PLN

Social Media Account & Content Management
Jasa Marga

Social Media Account & Content Management
Kandi Voice #3 #2
Kandigest #3 #2
Alasan Perusahaan Gencar Gunakan Promo Tanggal Cantik

Siapa yang tidak tahu promo tanggal cantik? Hampir semua perusahaan marketplace berlomba untuk memasarkan produknya melalui strategi ini. Pasalnya, salah satu marketing trend ini sangat efektif. Promo ini biasanya memanfaatkan tanggal cantik atau tanggal kembar di hampir setiap bulannya. Tak ayal banyak pelanggan kepincut karena penawaran yang diberikan pun sangat menarik. Apakah kamu tahu alasan perusahaan menggunakan strategi ini? Kandi Imaji berikan sedikit bocoran tentang ini. Yuk kita simak! Mudah Diingat Pelanggan Promo tanggal ‘cantik’ sangat mudah diingat pembeli karena menggunakan tanggal berulang pada setiap bulannya seperti 10.10, 11.11, atau 12.12. Pemilihan tanggal ini juga bisa diprediksi pelanggan yang menunggu promo di bulan selanjutnya, sehingga menjadi reminder di pikiran konsumen. Promosi yang Menarik Perhatian Pelanggan Promosi yang diberikan perusahaan biasanya merupakan diskon harga hingga 70%, ataupun promo buy 1 get 1. Tawaran yang menggiurkan ini tentunya tidak akan dilewatkan pelanggan, apalagi kalau promo dilakukan pada waktu-waktu setelah gajian. Meskipun begitu, jangan kalap mata ya? Pertimbangkan baik-baik sebelum membeli. Memenuhi Target Penjualan Secara sederhana, tujuan dari promosi adalah agar penjualan meningkat sesuai target yang telah ditentukan. Nah, promosi ini bertujuan untuk mempercepat target yang mungkin belum tercapai, atau mencapai target yang sudah ditentukan dalam waktu singkat. Efektif untuk Merayakan Hari Besar Banyak marketplace yang ingin memberikan promosi menarik kepada pelanggannya, sekaligus mengingatkan mereka pada hari besar marketplace tersebut, misalnya hari ulang tahun. Kegiatan ini juga dapat memberikan dampak positif bagi brand marketplace tersebut, sehingga diingat oleh pelanggannya.
Indonesia Communications Outlook 2023: Sikapi Peluang di Tengah Ancaman Resesi

Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, menyatakan bahwa di tahun 2023 sepertiga ekonomi dunia diprediksi mengalami resesi. Hal senada pun turut disampaikan Forbes, yang memperkirakan bahwa badai ini akan tiba pada akhir tahun 2023 atau awal 2024. Di tengah kondisi kegentingan global, Presiden Jokowi berpesan agar semua pihak waspada dan tidak keliru dalam mengambil keputusan. Rabu (18/1), Kalandara Group sebagai penyedia jasa di bidang PR dan Digital Marketing terintegrasi sukses menggelar Indonesia Communications Outlook (ICO) 2023, yang mempertemukan pembicara inspiratif di dunia kehumasan dan komunikasi dari berbagai bidang untuk membedah strategi komunikasi yang efektif dalam menghadapi potensi krisis. Tujuan dari diselenggarakannya event ini, adalah sebagai wadah edukasi praktisi PR dalam pengembangan profesional dan memperluas wawasan. Dewi Irma Kusvianty selaku Co-Founder & Co-Chief Executive Officer Kalandara Group mengungkapkan bahwa Indonesia Communications Outlook 2023 merupakan wadah bertemunya para pegiat kehumasan yang membahas lebih spesifik dalam menanggapi isu yang berkembang melalui berbagai saluran komunikasi. “Saat muncul sentimen negatif pada brand atau bisnis, dalam kerangka potensi resesi dan krisis, peran public relations merupakan garda terdepan yang harus mempersiapkan berbagai strategi agar isu tidak bereskalasi menjadi lebih besar dan mempertahankan reputasi perusahaan tetap positif,” ujarnya. Mengusung konsep panel diskusi dan networking event, ICO 2023 mengangkat tema “The Importance of Strategic Communications During the Potential Crisis” yang dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama “A looming Recession’s Potential Impact on PR Industry: Strengthen and Recession-Proof Your PR Strategy” diisi oleh Arya M. Sinulingga (Staf Khusus III Menteri BUMN) sebagai keynote speaker, Benny S. Butarbutar (General Secretary of Perhumas), Richelle Maramis (Senior VP – Division Head, Corporate Affairs at PT Bank Permata Tbk), dan Saki H Bramono (VP of Corporate Communication Telkomsel). Sementara sesi kedua “Addressing Negative Issues During a Crisis: How to Lead Our Team Through the Uncertainty and Difficult Times” diisi oleh Rieka Handayani (VP Corporate Communication at Tokocrypto), Yulia Maria (Director Marketing and Communication at Artotel Group & Chairman at Himpunan Humas Hotel (H3) Jakarta), Ogi Wicaksono (Marketing Manager BINAR), dan Fairuza Ahmad Iqbal (Head of Media and Communication Bukalapak). Sandiaga Salahuddin Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, turut mendukung event Indonesia Communications Outlook 2023 yang dapat menjadi wadah dan pengembangan diri para profesional di bidang komunikasi. Dalam pidato yang disampaikan secara virtual di awal acara, Sandi menuturkan bahwa Bank Dunia dan IMF memprediksi akan terjadi resesi yang turut mempengaruhi perekonomian global. Dalam menghadapi ancaman situasi tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan strategi viral marketing. “Viral marketing merupakan inovasi strategi pemasaran yang banyak digunakan di era digital. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan media sosial, pesan dapat secara efektif tersampaikan dengan cepat dan masif serta menjangkau khalayak luas. Strategi tersebut sejalan dengan yang sudah disiapkan oleh Kemenparekraf, melalui pendekatan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi. Saya juga mengingatkan agar kita terus siap dalam menghadapi ancaman dengan gerak cepat, gerak bersama, dan gali segala potensi,” terang Sandi. Dalam pemaparannya, Arya M. Sinulingga selaku Staf Khusus III Menteri BUMN menyampaikan bahwa situasi krisis dapat menjadi peluang PR menemukan kembali citra positif perusahaan. Komunikasi publik yang efektif, dapat memupuk kepercayaan dan keyakinan yang sangat penting dalam situasi krisis. “Seorang PR harus dapat secara berkelanjutan membangun narasi dan informasi, yang selalu didukung oleh data akurat. Sepanjang 2022, terdapat 1.488.198 berita baik tentang BUMN yang termonitor di Kementerian BUMN, setara dengan 4.077 berita per hari. Angka ini naik 124%, dibanding jumlah pemberitaan tahun sebelumnya,” jelasnya. Selain itu, Arya M. Sinulingga turut menambahkan adanya pembuatan aset digital dapat membantu meminimalisir anggaran komunikasi perusahaan. Salah satu yang sudah Kementerian BUMN lakukan, adalah dengan membentuk Social Media Ranger (SMR). Disisi lain Benny S. Butarbutar selaku General Secretary Perhumas menjelaskan bagaimana seorang PR berkomunikasi dalam krisis. “Hal pertama adalah prioritaskan informasi sampai ke publik dan dapat diakses secara terbuka, kemudian sebuah perusahaan harus mengambil tanggung jawab untuk memecahkan masalah, jangan pernah bilang no comment, jujur, serta tidak menutupi fakta, memberikan aliran informasi yang konstan, memantau liputan berita, akrab dengan kebutuhan media dan deadline, dan terakhir adalah dapat mengontrol aliran informasi yang diangkat ke publik,” ungkapnya. Harapan dari terselenggaranya ICO 2023 ini praktisi PR dan profesional komunikasi dapat bersiap menghadapi waktu yang tidak pasti serta mendidik pemangku kepentingan dan pembuat keputusan dalam berkomunikasi serta melihat segala peluang di tengah krisis.
Seberapa Penting Influencer Relations Bagi Industri PR?

Pada tahun 2023 ini, industri Influencer Relationship Management (IRM) diramalkan tumbuh sebesar $21,2 miliar, tumbuh dari tahun 2022 sebesar $16,4 miliar. Wajar saja pertumbuhan IRM meningkat pesat, Keyhole.co mengatakan bahwa influencer adalah seseorang yang mempengaruhi keputusan follower mereka. Sekarang coba kita amati kenapa influencer punya pengaruh penting buat brand. Menurut Keyhole.co, kalau sebuah brand bermitra dengan influencer yang populer dengan audiens target mereknya, maka influencer dapat memberikan pengalamannya tentang produk atau brand kepada pelanggan potensial kamu. Dalam Agilitypr.com disebutkan bahwa 90% marketing percaya bahwa pemasaran menggunakan influencer berjalan efektif. Nah, ini penjelasan kenapa influencer dapat menjadi ‘teman baik’ PR. Simak baik-baik ya! Lalu, buat bikin brand kamu jadi hype, jangan lupa identifikasi influencer yang pas buat brand kamu, mengetahui engagement matric masing-masing influencer, membangun tim influencer dengan komunikasi yang baik dan memantau traffic. Terakhir, jangan lupa untuk mengevaluasi hasilnya ya!
Bedah Strategi Content dari Bittersweet by Najla

Bittersweet by Najla sering menjadi perbincangan, pasalnya mereka sangat aktif menerapkan stratgi publikasi yang unik melalui media sosial. Misalnya saja beberapa waktu lalu Bittersweet by Najla sempat mengunggah foto yang menggambarkan salah satu gerainya dipasangi garis kuning. Hal tersebut dibarengi dengan beberapa influencer yang menunjukkan keprihatinannya untuk brand tersebut. Tentunya hal ini membuat warganet bertanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi? Selang beberapa waktu kemudian, akun Instagram resmi mereka memberikan penjelasan. Rupanya hal tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mengumumkan produk baru mereka. Siapa yang mengira bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah strategi marketing? Cara ini tergolong unik dan tentunya masih jarang ditemukan. Nah, kita dapat mempelajari bagaimana content marketing yang dibuat oleh Bittersweet by Najla dapat menarik perhatian dari audiens. Untuk lebih jelasnya, yuk kita bedah bagaimana strategi content marketing yang diterapkan oleh Bittersweet by Najla. Strategi Marketing Bittersweet by Najla Sudahkah kamu mengetahui apa itu strategi marketing? Strategi marketing sendiri merupakan sebuah perencanaan pemasaran yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk memasarkan produknya. Nah, tentunya dalam memasarkan produk, kita harus menyiapkan strategi agar tujuan promosi dapat tercapai. Apa yang dilakukan oleh Bittersweet by Najla adalah memanfaatkan rasa keingintahuan masyarakat, sehingga mendapatkan atensi. Ketika atensi sudah didapatkan, nantinya setiap hal yang dilakukan oleh Bittersweet by Najla akan menjadi pusat perhatian. Atensi dalam marketing memiliki peran yang sangat penting lho. Karena dengan banyaknya atensi kita akan mendapat banyak reach dari konten yang akan kita rilis. Nah, disinilah letak dari kejelian strategi marketing mereka, dengan menunggu waktu yang tepat untuk memberikan penjelasan. Sehingga atensi yang didapat semakin besar, karena masyarakat dibuat penasaran dengan konten yang sudah tersebar. Perhatikan Manajemen Waktu Ketika atensi sudah didapatkan, jangan pernah membiarkan dalam waktu yang lama. Sebab jika dibiarkan terlalu lama, nantinya audiens akan merasa dipermainkan dan bahkan sudah menebak arah konten yang hanya untuk tujuan promosi. Bittersweet by Najla memberikan penjelasan di waktu yang tepat. Tidak terlalu lama ataupun terlalu cepat. Sehingga atensi dari audiens dapat dimanfaatkan dengan baik. Nah, dari sini kita dapat belajar bahwa, pemilihan waktu sangat amat penting dalam merancang strategi content marketing. Peran Penting Influencer Influencer merupakan istilah untuk orang yang memiliki pengaruh di dunia maya. Biasanya mereka yang disebut influencer, memiliki banyak followers di media sosial. Selain itu, influencer biasanya juga digunakan untuk memperluas jangkauan dari sebuah konten. Nah, Bittersweet by Najla ternyata memanfaatkan influencer juga loh. Bittersweet by Najla, menggunakan influencer untuk memperluas jangkauan dari konten mereka dengan harapan mendapatkan atensi yang lebih dari audiens. Hasilnya sangat sukses, bahkan bisa dikatakan influencer berperan penting dalam strategi marketing mereka. Beberapa influencer yang terlibat diantaranya adalah @keanuagl dan juga @fadiljaidi. Nah, tugas para influencer tersebut adalah menyebarkan konten awal yang mengundang atensi untuk Bittersweet by Najla. Memang terkesan sepele, namun para influencer ini berperan penting dalam kesuksesan strategi marketing Bittersweet by Najla. So, jangan sepelekan peran influencer dalam sebuah strategi marketing yah. Analisa Situasi dan Kondisi Terkini Hal pertama yang harus diperhatikan dalam merancang strategi marketing adalah menganalisa situasi dan kondisi terkini. Bittersweet by Najla membuktikan bahwa mereka sudah melakukan riset mendalam untuk menentukan strategi marketing. Lalu apa yang dilakukan oleh Bittersweet by Najla? Mereka melakukan digital launching dan dengan pengemasan sedemikian rupa untuk mengungumkan produk baru mereka. Nah, digital launching ini merupakan alternatif untuk mengenalkan produk baru kepada masyarakat. Namun, perlu diingat diperlukan pengemasan yang kreatif agar menarik perhatian audiens yah. Bukan Sekedar Promosi Dalam video penjelasan dari akun resmi Instagram Bittersweet by Najla, selain mengumumkan produk baru, mereka juga memberikan edukasi kepada audiens. Nilai edukasi apa yang mereka berikan? Dalam video tersebut terdapat ajakan untuk tidak mempercayai sesuatu yang belum jelas, karena bisa jadi itu hoax. Nah, dari sini kita dapat belajar bahwa konten marketing yang menarik tidak boleh hanya memuat promosi semata. Selipkan beberapa pesan positif kepada audiens, nantinya konten marketing yang dibuat akan memberikan dampak yang positif. Pengenalan produk baru yang dilakukan oleh Bittersweet by Najla sangat kreatif sehingga dapat mendapatkan atensi yang tinggi. Selain itu analisa yang tepat dan penggunaan influencer sangat berpengaruh dalam kesuksesan launching tersebut. Nah, sudah pahamkan mengenai bagaimana merancang strategi marketing yang baik? Melalui Bittersweet by Najla kita dapat belajar bahwa, ide kreatif didapatkan dengan menganalisa situasi dan kondisi terkini. Yuk, kembangkan idemu dan jangan takut untuk mencoba hal baru!
Peran Artificial Intelligence di Dunia Komunikasi

Dunia komunikasi telah mengalami transformasi besar dalam beberapa dekade terakhir, dimana peran digital dalam dunia komunikasi menjadi sangat penting dan telah mengubah cara kita berinteraksi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Salah satu elemen penting dalam evolusinya adalah adanya Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). AI telah membentuk lanskap komunikasi dengan cara yang revolusioner dari asisten virtual hingga analisis sentimen. Menurut survei McKinsey Global Survey on AI “the State of AI in 2022”, adopsi AI meningkat lebih dari dua kali lipat antara 2017-2022. Dan rata-rata kemampuan AI yang digunakan organisasi, seperti natural-language generation dan computer vision, juga meningkat dua kali lipat, dari 1,9 pada 2018 menjadi 3,8 pada 2022. Kemampuan AI yang paling banyak digunakan antara lain proses otomatisasi robotik (39%), computer vision (34%), dan natural-language text understanding (33%). Kalau kita lihat ke belakang, berikut beberapa contoh dimana AI telah digunakan untuk meningkatkan komunikasi, antara lain: Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. AI memiliki potensi untuk memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap dunia komunikasi di masa depan. Coba kita simak berikut beberapa cara AI yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi: AI juga dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih personalized, misalnya: Kalau kita tarik lebih dalam ke industri public relations, AI memiliki potensi untuk memberikan dampak yang signifikan seperti contohnya AI dapat membantu para profesional PR untuk menghemat waktu dan tenaga, meningkatkan efektivitas komunikasi, dan mengelola krisis dengan lebih baik. Seperti beberapa contoh peran AI dalam industri public relations berikut ini: Bahkan beberapa bulan lalu salah satu stasiun televisi swasta mengenalkan tiga presenter yang diciptakan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artifiicial intelligence (AI). Hal ini diperkirakan akan menjadi tren baru dalam menghadapi era teknologi digital. Kalau dapat kita simpulkan, AI adalah teknologi yang berkembang pesat dan peran AI dalam dunia komunikasi akan terus berkembang di masa depan. Mari kita siapkan diri dan perusahaan dari perubahan yang akan dibawa oleh AI di masa sekarang dan yang akan datang.
ICO Vol. 2: Bersiap di Tahun Politik dari Perspektif Komunikasi dan Pemasaran, Sebuah Risiko atau Peluang?

Kita tengah bersiap atas geliat tahun politik pada tahun 2023 ini, di mana para kandidat, dari calon legislator hingga calon presiden, akan berlomba memperkenalkan diri pada masyarakat demi merebut simpati dan dukungan pada pesta demokrasi 14 Februari 2024 mendatang. Momentum ini diyakini juga berpengaruh dan sarat akan dinamika bagi bisnis, serta para praktisi dan profesional di bidang komunikasi dan pemasaran. Dinamika ini bisa menjadi tantangan bahkan risiko bagi yang belum tanggap, namun juga bisa menjadi peluang bagi yang benar-benar memahami situasi yang ada. Indonesia Communications Outlook (ICO) 2023 Vol.2, merupakan panel discussion, gathering & networking event, yang membahas berbagai isu menarik dan penting terkait dunia komunikasi dan pemasaran di Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Kalandara Group dengan menghadirkan pembicara yang menginspirasi, peluang berjejaring, serta diskusi panel informatif dan bermanfaat. Acara komunikasi bisnis ini, diadakan oleh Kalandara Group, akan kembali hadir pada hari Rabu, 27 September 2023. Acara ini dihadiri oleh para profesional di bidang public relations, komunikasi, dan digital yang ingin mendapatkan wawasan terbaru dan peluang networking. Adapun para pembicara yang hadir diantaranya: Kalandara Group, yang dipimpin oleh CEO & Co-founders Farah Dilla Syofiana dan Dewi Irma Kusvianty, menginisiasi acara Indonesia Communication Outlook ini sebagai ajang untuk membahas masalah yang krusial dan topik yang sangat penting dalam industri komunikasi dan pemasaran di Indonesia. Selain sebagai penyelenggara acara, Kalandara Group juga dikenal sebagai perusahaan konsultan PR & pemasaran digital terintegrasi dengan fokus pada hubungan masyarakat, pemasaran, strategi produk, training dan event management. Unit-unit yang dikelola oleh Kalandara Group adalah Kandi Imaji, Katarsa, Kanaka, dan Kitareka merupakan entitas bisnis yang fokus pada berbagai aspek komunikasi dan pemasaran. Pada ICO Vol. 2 akan membahas tema “Navigating a Political Year: Examining Risks and Opportunities from a Marketing and Communication Perspective.” Dalam acara ini, para ahli dan peserta akan berdiskusi dan memberikan wawasan terbaru dalam menyikapi tantangan dan peluang yang muncul pada masa politik yang dinamis. Diskusi panel dan sesi interaktif akan hadir untuk memberikan strategi dan wawasan terbaru dalam menyikapi peristiwa politik yang dinamis dan memanfaatkan platform komunikasi untuk hasil yang lebih efektif. Farah Dilla Syofiana selaku CEO & Co-founder Kalandara Group mengatakan bahwa tujuan ICO adalah memberikan wawasan berharga dan kesempatan berjejaring bagi semua peserta. “Dalam acara ICO Vol. 2, kami berharap acara ini dapat menjadi tempat bertemunya para profesional, praktisi dan individu yang terjun dan meminati dunia komunikasi dan pemasaran serta dapat memperoleh informasi terbaru dalam industri komunikasi. Dengan tema yang difokuskan pada tahun politik yang sangat penting, kami yakin acara ini akan memberikan peserta insight yang dibutuhkan untuk dapat dikembangkan serta diaplikasikan pada bidangnya masing-masing,” kata Farah Dilla Syofiana CEO & Co-founders Kalandara Group. ICO 2023 Vol. 2 juga akan membahas bagaimana tren, strategi, dan pengaruh pemanfaatan media sosial serta kampanye berbasis digital lainnya, untuk memperluas jangkauan dan pengaruh terhadap pemilih. Dalam konteks ini, para pembicara akan membahas strategi inovatif yang dapat mengubah peta komunikasi politik di era digital. Selain itu, ICO 2023 Vol. 2 juga akan membahas aktivitas bisnis dan brand dalam menghadapi sejumlah tantangan dan risiko yang mungkin muncul selama tahun politik ini. Panelis akan membagikan wawasan berharga tentang strategi untuk mempertahankan momentum positif, meminimalkan risiko, dan memastikan bahwa tujuan organisasi tetap tercapai dengan optimal. Dampak Pemasaran Politik dalam Era Digital Tahun politik selalu menjadi momen penting dalam sejarah sebuah negara. Indonesia, sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, tidak terkecuali. Tahun 2024 telah menjadi topik utama pembicaraan di kalangan politisi, pakar komunikasi, dan pengusaha. Tahun politik adalah saat di mana masyarakat dan pemilih secara aktif terlibat dalam proses politik, membuat keputusan yang akan mempengaruhi masa depan negara. “Dengan berkembangnya media digital, pemasaran politik telah menjadi alat yang kuat dalam membentuk opini publik. Melalui acara ini, kami berharap kita mendapatkan pandangan terkait strategi yang digunakan dalam pemasaran politik dan memberikan pemahaman tentang dampaknya pada masyarakat dan politik di Indonesia.” ujarnya. Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, pemasaran politik telah menjadi kekuatan yang kuat dalam membentuk opini publik. “Dengan pertumbuhan saluran media digital, sangat penting bagi merek untuk memahami cara menavigasi kompleksitas pemasaran politik agar dapat terlibat secara efektif dengan audiens target mereka. Ini adalah kesempatan untuk memahami konsekuensi potensial dari upaya pemasaran ini terhadap lanskap politik yang lebih luas.” imbuh Farah Dilla Syofiana. Indonesia Communications Outlook Vol. 2 adalah salah satu acara komunikasi bisnis yang tidak boleh dilewatkan bagi para profesional yang ingin selalu mengikuti trend dan menghadapi tantangan yang diberikan dalam industri bisnis komunikasi. Peserta dapat mendaftar untuk acara ini dengan mengunjungi situs web Kalandara Group atau Instagram @icoevent.id.